Kaki datar (flatfoot) pada anak

Kaki datar (flatfoot) pada anak

dr. Nahum, Sp.K.O

Medifit Active Rehabilitation Center

FlatFoot
Apa itu flatfoot pada anak?

Kaki rata atau flat foot adalah kondisi di mana lengkungan yang seharusnya terdapat di telapak kaki, menjadi rata. Pada bayi atau balita, kondisi ini tergolong normal karena tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang. Namun pada anak-anak yang sudah lebih besar dan orang dewasa, kaki rata dapat menjadi tanda adanya kelainan pada tulang atau jaringan tendon kaki, jaringan yang menempelkan otot ke tulang.

Bagaimana Gejala Flatfoot pada anak?

Kaki rata ditandai dengan hilangnya lengkungan pada telapak kaki, sehingga seluruh bagian pada telapak kaki dapat menyentuh lantai ketika berdiri. Kaki rata pada awalnya masih bersifat elastis, yang berarti lengkungan masih dapat terlihat ketika pasien berjinjit. Namun seiring bertambahnya usia, kondisi dapat makin memburuk, terutama jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Kaki rata yang memburuk dapat menjadi kaku sepenuhnya, dan lengkungan tidak lagi terlihat meski ketika berjinjit.

Pada kasus tertentu, penderita kaki rata juga merasakan gejala lain, seperti:

  • Nyeri, terutama pada area lengkungan atau tumit.
  • Pergerakan terganggu, seperti sulit berdiri dengan menumpu pada jari kaki.
  • Pembengkakan pada bagian bawah kaki.
  • Kaki mudah pegal.
  • Gatal.
Bagiamana cara mendiagnosis Flatfoot?

Diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan terhadap fisik dan kondisi pasien secara menyeluruh. Pada tahap awal, pemeriksaan yang dilakukan dapat berupa:

  • Pemeriksaan telapak kaki. Dalam tes ini, dokter akan meminta pasien membasahkan kaki lalu berdiri pada suatu alas khusus. Alas tersebut akan menunjukan cetakan kaki pasien. Semakin tebal cetakan yang ada pada bagian lengkungan menunjukan bahwa pasien memiliki kaki rata.
  • Pemeriksaan sepatu. Dokter akan melihat sol sepatu pasien. Jika pasien memiliki kaki rata, maka terdapat bagian tertentu pada sol yang aus atau susut karena tergosok, terutama di bagian tumit.
  • Tes jinjit. Tes ini berfungsi untuk melihat apakah kaki pasien masih bersifat elastis atau tidak. Dalam prosesnya, pasien akan diminta untuk berjinjit. Jika saat pasien berjinjit lengkungan pada kaki masih terlihat, maka kaki rata yang diderita pasien bersifat elastis.
Bagaimana cara mengobati Flatfoot secara Medis?

Kaki datar pada anak tidak dapat diabaikan begitu saja, karena apabila tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan gangguan bentuk tungkai seperti bentuk kaki X (knock knee), gangguan tumbuh kembang anak seperti perubahan gaya berjalan, mudah Lelah saat berjalan, nyeri telapak kaki sisi dalam, dan gangguan keseimbangan tubuh seperti sulit untuk jongkok ataupun melompat. Pada beberapa kasus, kaki datar menyebabkan ketegangan pada otot betis yang meningkatkan rasa ketidaknyamanan pada penderita.

Penatalaksaan kaki datar dilakukan berdasarkan ada tidaknya gejala yang terjadi dan usia anak. Pada kasus kaki datar tanpa gejala (asymptomatic flatfoot) tidak perlu ditatalaksana secara khusus. Sedangkan pada kaki datar dengan gejala (symptomatic flatfoot) atau pada anak usia di atas 5 tahun sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis anak, spesialis kedokteran olahraga, spesialis rehabilitasi medik ataupun spesialis ortopedi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pemberian insole atau modifikasi sepatu, penggunaan ortotik, latihan peregangan dan penguatan otot tungkai bawah-kaki, dan tindakan pembedahan dapat membantu menangani masalah kaki datar tersebut.

SUMBER:
  • Carr J, Yang S, Lather LA. Pediatric Pes Planus: A State-of-the-Art Review. PEDIATRICS volume 137(3); 2016.
  • Mayo Clinic (2018). Conditions & Diseases. Flatfeet.
  • Morrison, MA. Healthline (2016). Flat Foot.
  • Moyer, C. Verywell Health (2018). An Overview of Flat Feet.
  • Ratini, M. Web MD (2018). Fallen Arches.
No Comments

Leave a Reply

× How can I help you?