Book A Visit

Nyeri lutut, OSTEOARTRITIS? Apa solusinya?

dr. Jessica Philbertha
Medifit Active Rehabilitation Center

Pengertian Osteoartritis (OA)

Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang paling umum terjadi. Pada tahun 2020, diprediksi 25% populasi orang dewasa dapat menderita penyakit ini. Lokasi tersering terjadinya OA meliputi tulang belakang, panggul, lutut, dan pergelangan kaki. Di Indonesia, OA lutut menempati posisi yang cukup tinggi. Karena fungsi sendi lutut sebagai penahan berat badan dan perannya yang penting dalam aktivitas fisik harian, gangguan pada sendi ini dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.
Penyebab
Cedera sendi, obesitas, penuaan, dan faktor keturunan merupakan hal yang dapat menyebabkan OA. Selama pengembangannya, seluruh organ sendi terpengaruh, termasuk tulang rawan sendi, tulang subkondral, jaringan sinovial, dan meniskus. OA terjadi sebagai hasil kombinasi antara degradasi rawan sendi, remodelling tulang, dan peradangan cairan sendi. Akan tetapi, hingga saat ini mekanisme pasti terjadinya OA masih kurang dipahami.

Gejala Osteoartritis (OA)

Biasanya penderita OA mengatakan bahwa keluhannya sudah berlangsung lama, tetapi berkembang secara perlahan. Keluhan yang dialami dapat berupa nyeri sendi yang diperparah dengan gerakan serta berkurang dengan istirahat, hambatan gerakan sendi, kaku pada pagi hari, rasa gemeretak pada sendi yang sakit, pembesaran sendi/deformitas, perubahan gaya berjalan, serta rasa hangat dan warna kemerahan pada sendi yang sakit. Keluhan tersebut disebabkan oleh peradangan sendi, peregangan tendo/ligamentum, kekakuan otot, serta pembentukan osteofit. Pada sebagian besar kasus, radiografi pada sendi dengan OA akan memberikan gambaran penyempitan celah sendi asimetris, peningkatan densitas tulang subkondral, kista tulang, osteofit pada pinggir sendi, serta perubahan struktur anatomi sendi. Di sisi lain, pemeriksaan laboratorium kurang bermanfaat pada kasus OA.

Pencegahan


Strategi penanganan OA beraneka ragam, berdasarkan lokasi dan tingkat keparahannya. Penanganan OA dimulai dari terapi non farmakologis (edukasi, terapi fisik dan rehabilitasi, penurunan berat badan), farmakologis (analgesik, anti inflamasi non steroid, steroid intra artikular), hingga pembedahan untuk kasus berat.
The American Collage of Sports Medicine (ACSM) merekomendasikan orang dengan usia  ≥ 65 tahun serta orang dengan penyakit kronikseperti OA untuk melakukan olahraga minimal 5 kali/minggu @30 menit (total 150menit/minggu) untuk aerobik intensitas sedang atau 3x/minggu @20 menit (total ≥75 menit/minggu) untuk aerobik intensitas berat. Terapi olahraga dianjurkanuntuk meningkatkan kekuatan otot, kontrol neuromotor, jangkauan gerak/fleksibilitassendi, serta kebugaran. Cairan pelumas sendi/sinovial pun akan diproduksi saatkita berolahraga. Dengan peningkatan tersebut, diharapkan beban internal lutut dapatberkurang sehingga rasa nyeri pun berkurang. Hal ini dapat meningkatkan fungsifisik serta kualitas hidup. Selain itu, olahraga juga dianjurkan untuk tindakanpencegahan OA. Dengan berolahraga sesuai anjuran dokter, kita dapat mengurangirisiko terjadinya obesitas, penyakit kardiovaskular, diabetes, juga hipertensi.

Referensi :
Soeroso J, Isbagio H, Kalim H, Broto R, Pramudiyo R. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 6th
Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF,editors.
Jakarta: Interna Publishing; 2014. p 2538-49.
Fransen M,McConnell S, Harmer AR, Esch MVD, Simic M, Bennell KL. Exercise for
osteoarthritis of the knee. Br J Sports Med. 2015; 49: 1554-7.
Chen D, ShenJ, Zhao W, Wang T, Han L, Hamilton JL, Im HJ. Osteoarthritis. Bone Research.2017; 5: 1-13.
Villafane JH.Exercise and osteoarthritis. JER. 2018; 14(4): 538-9.
Mora JC,Przkora R, Almeida YC. Knee osteoarthritis. Journal of Pain Research. 2018; 11:2189-96.
Callahan LF,Ambrose KR. Osteoarthritis and cartilage. OARSI. 2015; 23: 31-3.

No Comments

Leave a Reply

× How can I help you?