Book A Visit

Ouch, Bahuku Kaku dan Sakit!

dr. Jessica Philbertha
Medifit Active Rehabilitation Center

Pengertian Sendi bahu

Sendi bahu merupakan sendi yang kompleks serta memiliki ruang gerak luas yang bergerak ke seluruh arah. Kita sering sekali menggunakan bahu kita, sehingga gangguan pergerakan pada sendi bahu dapat mengganggu kehidupan kita sehari-hari. Frozen shoulder (adhesive capsulitis) merupakan kondisi medis yang disebabkan oleh penebalan jaringan di bagian bahu (sendi glenohumoral). Biasanya kondisi ini diakibatkan oleh peradangan, pembentukan jaringan parut atau penyempitan jaringan di sekitar bahu.

Jenis Jenis frozen shoulder

Terdapat dua jenis frozen shoulder, primer dan sekunder. Penyebab frozen shoulder primer masih belum diketahui secara jelas, namun paling sering terjadi pada orang yang memiliki penyakit diabetes dan penyakit kelenjar tiroid Sedangkan frozen shoulder sekunder dapat diakibatkan oleh imobilisasi bahu yang lama, cidera mayor atau pasca operasi.

Fase Fase frozen shoulder

Pada frozen shoulder kita merasakan nyeri dan kekakuan pada sendi yang semakin lama semakin memburuk dan menganggu aktivitas keseharian kita. Frozen shoulder sendiri dibagi menjadi 3 fase yaitu:

Fase freezing, pada fase ini nyeri yang dirasakan bersifat perlahan namun berangsur-angsur memburuk, saat nyeri yang dirasakan sudah berat, maka Gerakan bahu pun menjadi terbatas dan sering disertai sulit tidur karena rasa nyeri yang dirasakan akan memburuk saat malam hari.

Fase frozen, pada fase ini nyeri yang dirasakan terkadang sudah mulai berkurang, namun kekakuan terus memburuk. Fase ini berlangsung sekitar 4-6 bulan dan aktivitas sehari-hari pun terganggu.

Fase thawing, Gerakan bahu berangsur-agsur membaik dan mencapai pemulihan penuh setelah 5 bulan- 2 tahun.

Diagnosis

Diagnosis dilakukan oleh dokter dengan cara mengecek ruang gerak sendi bahu dan terkadang dibutuhkan pemeriksaan penunjang berupa modalitas pencitraan seperti foto rontgen atau Ultrasono Graphy (USG) untuk menyingkirkan kondisi medis yang mendasarinya

Strategi penanganan frozen shoulder beraneka ragam, pada fase nyeri maka terapi utama yang dilakukan adalah untuk menhilangkan rasa nyeri tersebut. Penggunaan anti nyeri dan anti radang oral sampai injeksi dapat dilakukan. Penggunaan TENS (Transcutaneous Nerve Stimulation) juga dapat dilakukan untuk meredakan nyeri.

Saat keluhan utama lebih mengarah ke rasa kaku bukan lagi rasa nyeri, maka fisioterapi untuk mengurangi kekakuan pun mulai di lakukan. Pada fase ini Musculoskeletal rehabilitation berupa Mobilisasi sendi serta latihan spesifik dibuat dan dilakukan untuk meningkatkan mobillitas. diharapkan saat memasuki fase pemulihan, pergerakan perlahan-lahan meningkat dan Musculoskeletal Rehabilitation dapat sangat membantu proses pengembalian pergerakan.

Referensi :

Comfortably, S. & Positions,S. Stiff Shoulder_tcm75-19067.

Language, B. S. Physiotherapy and frozen shoulder If you need this information in another format such as audio. 1–6

Adams, L. H. & Hecht, B. D. Adhesive capsulitis (frozen shoulder). 5-Minute Clin. Consult Stand. 2016 Twenty Fourth Ed. (2015).doi:10.5005/jp/books/12869_240

Ide, J. Frozen shoulder. Adv. Shoulder Surg. 205–214(2016). doi:10.1007/978-4-431-55988-7_13

Morgan, W. E. & Potthoff, D. S. Managing the FrozenShoulder, A self-care guide for those suffering from frozen shoulder. WalterReed Natl. Mil. Med. Cent. (2013).

Bourdillon, J. F. & Bruckner, F. E. Frozen Shoulder. J.R. Soc. Med. 76, 86–86 (1983).

No Comments

Leave a Reply

× How can I help you?