Sindroma Piriformis

Sindroma Piriformis

Medifit Active Rehabilitation Center

SindromPiriformis
Apakah yang dimaksud dengan Sindroma Piriformis?

Sindrom piriformis adalah kumpulan gejala yang disebabkan adanya tekanan pada saraf di punggung bagian bawah oleh otot piriformis. Kondisi ini ditandai dengan nyeri dan mati rasa yang muncul di bokong dan bagian belakang tungkai.

Otot piriformis adalah otot yang terletak di bokong, dekat dengan sendi pinggul. Otot ini berperan penting dalam membantu pergerakan tubuh bagian bawah dan menjaga keseimbangan. Namun, jika digunakan secara berlebihan atau dibiarkan tidak aktif dalam waktu lama, otot piriformis dapat mengalami cedera atau peradangan.

Sindroma Piriformis juga sering dikenal dengan nama “wallet syndrome”.

Apa penyebab Sindroma Piriformis?

Sindroma Piriformis dapat disebabkan akibat cedera antara lain: mengalami  kecelakaan kendaraan, terjatuh,  dan mengalami benturan fisik ketika sedang melakukan aktivitas olahraga. Faktor resiko seperti kebiasaan meletakkan dompet di saku celana belakang dan diikuti dengan aktivitas duduk dalam waktu yang lama seperti pada pekerja kantoran, pengemudi kendaraan juga dapat menyebakan penekanan pada otot Piriformis  sehingga dapat menekan saraf Sciatica.

Apakah gejalanya Sindroma Piriformis?
  • Kaku atau nyeri di bagian pinggul atau bokong
  • Nyeri menjalar dari bokong ke bagian paha bagian belakang atau betis
  • Kesemutan di ekstremitas bawah
  • Nyeri dan kaku saat adanya tekanan pada otot piriformis, seperti saat duduk.
  • Nyeri pinggang
  • Nyeri ketika duduk lebih dari 15 menit
  • Nyeri ketika berjalan
Bagaimana tata laksananya?
  • Terapi konservatif (non-bedah) umumnya digunakan untuk mengurangi gejala dan mencegah ketegangan berulang dari otot piriformis, antara lain:
  1. Mengistirahatkan bagian tubuh yang sakit dengan menghindari aktivitas yang memberikan penekanan pada otot Piriformis
  2. Kompres es untuk membantu mengurangi rasa nyeri
  3. Konsumsi obat pereda nyeri dapat diberikan apabila nyeri dirasa hebat
  4. Fisioterapi : penggunaan Ultrasound, Laser, TENS dapat mengurangi keluhan nyeri
  5. Melakukan Latihan fisik berupa peregangan dan juga penguatan pada otot piriformis, otot bokong, serta otot-otot paha.
  • Terapi pembedahan adalah pilihan terakhir yang dilakukan dengan tujuan untuk melonggarkan tegangan pada otot piriformis dan saraf

 

Apa saja Latihan fisik yang dapat dilakukan?
  1. Sciatic Nerve Glide
  2. Piriformis Stretching
  3. Lower Trunk Rotations
  4. Hamstring Stretching
  5. Glute Bridge

Bagaimana pencegahan Sindroma Piriformis?
  1. Melakukan pemanasan sebelum berolahraga
  2. Membiasakan diri untuk tidak duduk terlalu lama
  3. Perhatikan juga posisi tubuh ketika sedang berjalan, berlari, atau ketika hendak mengangkat beban yang cukup berat
  4. Segera menghentikan segala kegiatan pada saat nyeri mulai terasa
No Comments

Leave a Reply

× How can I help you?